Kenangan Terindah di Desa Pangkalan Batang Bengkalis

20151118_175228
Setibanya aku di kampus alangkah gembiranya hati ketika temanku Yales Vevajaya menyampaikan; “Bu Khodijah!mau ibu pulang kampung gratis? wah secepatnya ku jawab Mau lah…kebetulan banget ni aku sudah lama sekali gak lihat rumah kelahiranku. Okelah…kalau begitu ibu gantikan saya untuk menggantikan menjadi peserta pelatihan penyusunan proposal pengabdian kepada masyarakat, sahut temanku Yales Vevajaya. Alhamdulillah tanggal 18 nop 2015 akhirnya aku tiba di Bengkalis, tanpa merasakan sedikitpun lelah aku langsung keliling desa kelahiranku, kerinduanku, kenangan terindah dalam hidupku yaitu “desa pangkalan batang kecamatan bengkalis”. Dibantu kepala desa pangkalan batang H.Umar aku meninjau tanah peninggalan kedua orang tuaku yang diwakafkan. Saat ini kebun durian itu tinggal kenangan, batang-batang durian, dendan, rambutan yang dulu tempatku bermain. Sambil menunggu durian jatuh, aku yang sedari kecil memang hobi bertemankan buku aku begitu nyaman belajar di pondok durian itu. Aku juga teringat dengan durian warisan yang sangat terkenal di desa yaitu Durian Kesumbe yang kini juga sudah tak ada lagi karena sudah ditebang. Kini kebun durian itu sudah berdiri taman pendidikan agama (TPA) dan TK. Mudah-mudahan ini menjadi amal jariah orang tuaku (H. Ismail dan Hj. Hafsah).
TETAPI sesaat menetes airmataku melihat kondisi rumah kelahiranku saat itu. Ruangan-ruangan rumah masih sama seperti dulu, kamarku yang menemaniku dari SD Pangkalan Batang hingga SMAN 01 Bengkalis yang akhirnya dapat mengantarkan ku saat ini sudah bergelar Doktor (alhamdulillah). Ya Allah jagalah kenangan terindah ini untuk mempersatukan silaturrahmi kami adik beradik yang saat ini semuanya sudah memiliki keluaga masing-masing

(Dr.Ir.Hj.Khodijah Ismail,M.Si)